Sabtu, 12 Maret 2011

Pengantar

            Setiap makalah atau buku  yang ditulis memiliki jiwa. Maka itulah Roland Barthes mengatakan “The Authors is Dead”. Artinya, ketika sebuah buku sampai ketangan pembacanya, maka sang author(penulis) telah kehilangan autorinya, begitupun saya sebagai penulis. 

            Saya mengucaphan terim kasih kepada Allah S.w.t yang telah memberikan kesempatan pada saya untuk membuat makalah ini,kemudian thsnks kepada ortu saya tercinta,berkat dukungan dan support merekalah saya jadi semangat mengerjakan makalah ini juga, serta kedua adik saya dan teman-teman,terimakasi atas dukungannya, dan tak luput kekasih saya tercinta, meskipun kita dekat tapi terasa jauh dimata.



Daftar Isi

Pengantar……………………………………………………………i
Daftar isi…………………….………………………………………ii
1.Ada [Yang Kosong] Waktu [YangMengalir]……..................……iii
Hasrat yang mengaliri kata…………....………….........……...........1
2.Pengertian Filsafat…………………………….........…….............2
3.Pengertian Makhluk Hidup (Manusia)………….......……............3
Hubungan Manusia dengan Akal Budi………..............……...........4
4.Pengertian Jasmani……………….……...…….........…...........…5
5.Pengertian Rohani………………...…………….....……..............5
Hubungan antara Jasmani dengan Rohani……….........…........…5i
Perbedaan Jasmani dengan Rohani……………..........…….........5ii


Ada [yang kosong]/                                  1
Waktu [yang mengalir]

Jurang yang menghadangku
Getarkan jiwa
Dan pekatnya kegelapan
Dating melanda
Keraguan kini menjelma didada
Musnakan s’gala asa
Semua harapan yang dulu pernah ada
Tiada tersisa

Anggun C. Sasmi
 Bayang Ilusi

SELAIN  kekosongan , kesejatian lain dari kehidupan adalah aliran. Dalam diri manusia, selain ada ruang-ruang kosongyang membuat manusia merupakan subject[kosong] yang selalu diisi oleh kekosonganjuga terdapat aliran. Ada aliran darah, aliran nafas, aliran makanan yang semuanya kembali secara terus menerus. Titik inilah yang dididekatkan dengan Kekembalian-Abadi [Eternal R ecurences of the Same], seperti yang digambarkan oleh Nietzche. Jadi, bukan hanya segala hal yang mengalir kembali secara sirkular terus-menerus dalam makrokosmos [dunia luar/jagad ghede] tetapi juga berbagai hal yang sama mengalir dalam diri.

≥ Hasrat yang Mengaliri Ada, Hasrat yang Mengaliri Kata
Setulus doa yang kini menjelma
Dan terucap dalam bisu
Selamanya berpaut kalbu
Hasrat dan cita cinta insane
Hasrat dan Cinta
(Fariz RM)

Kahlil Gibran, dalam Sang Nabi, mengatakan bahwa Cinta tak menuntut apa-apa, ia memberikan dirinya penuh. Disinilah kita bisa merenungkan bahwa Cinta adalah yang kosong, namun kemampuannya ini bisa pula kita dekatkan dengan ketulusan.
Cinta mengalir bersama hasrat, yang berpasangan dengan ‘Ada’ layaknya Psyche’ yang merupakan pasangan dari Cinta [Eros] atau seperti jasmani yang berpasangan dengan rohani.


Filsafat                                              2

Filsafat itu sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari dua kata yaitu Philos (Cinta) atau  Philia(Persahabatan) dan Sophia (Kebijaksanaan) . Jadi, Filsafat memiliki makna Cinta dan Kebijaksanaan. Secara terminology Filsafat sangatlah beragam baik arti maupun penekananya. Intinya Filsafat adalah Mencari Kebenaran Absolute(mutlak).

Sistematika Filsafat
Ontology
Cabang Filsafat yang mempelajari tentang yang ada. Dari pembahasannya memunculkan pandangan yang dikelompokan kedalam aliran berpikir yaitu :
Materialisme (sesuatu yang ada (materi) hanya mungkin lahir dari yang Ada (Materi)).
Idealisme/ Spiritualisme (Ide yang lebih hakiki dibanding materi).
Dualisme (Mempersatukan antara materi dan ide).
Agnotisisme (keraguan atas jawaban, mungkin benar dan mungkin salah).




                                                                                                                    

                                                                                                                                   3Pengertian Makhluk Hidup (Manusia)

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh tuhan kemuka bumi ini. Manusia merupakan seorang khalifah (Pemimpin) yang ditugaskan oleh tuhan untuk memimpin umat manusia menuju jalan kebaikan sesuai dengan ajaran agama masing-masing umat. Semua agama yang ada dimuka bumi ini tidak ada yang mengajarkan tentang kejahatan, semunya mengajarkan tentang kebaikan.
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna yang tuhan ciptakan. Selain dia sebagai Khalifah dimuka bumi ini, dia juga memiliki Akal Budi dan juga Hasrat. Akal budi yang diberikan digunakan untuk berfikir, menimbang, mengolah, menganalisa, mengenai baik dan buruknya sesuatu apakah itu salah maupun itu benar. Kenapa hanya manusia yang diberikan akal budi sedangkan makhluk hidup yang lainnya seperti gajah, kucing,pohon tidak diberikan? Padahal kan seemunya itu termaksuk makhluk hidup?...... memang semunya merupakan makhluk hidup yang sama-sama ciptaan tuhan, tapi dibandingkan yang lain manusialah yang paling tinggi derajatnya ketimbang makhluk hidup yang lain. Berikut adalah cuplikan nukilan lirik “Sang Petualang” dari kantara taqwa.


Laut biru begitu lapang
Dan gelombang menghalau bosan
Petualang bergerak tenang
Melihat diri untuk pergi lagi
Diam sejenak…hanya sejenak
Dia membelai semua luka
                                                     

                                                              4Hubungan Manusia dengan Akal Budi

Dalam sejarah perkembangan ilmu, ilmu dibagi menjadi 2aliran pemikiran  yaitu, Rasionalisme dan Empirisme.
Rasionalisme lebih menekankan pada kemampuan akal budi manusia untuk menarik suatu kesimpulan umum. Untuk meninjau lebih jauh pahan rasionalisme ini ada baiknya kita tinjau pemikiran dua tokoh penting dari paham ini yaitu Plato dan Descrates.
Plato
Menurutnya satu-satunya pengetahuan sejati adalah apa yang disebut dengan episteme, yaitu pengetahuan tunggal dan tidak berubah-ubah sesuai dengan ide-ide abadi.
Artinya pengetahuan merupakan pengenalan kembali akan hal yang sudah diketahui dalam ide abadi yaitu kumpulan ingatan terpendam dalam ingatan manusia.
Descrates
Menurutnya  kita perlu meragukan sesuatu sampai kita mempunyai ide yang jelas dan tepat. Ia menghendaki agar kita tetap meragukan untuk sementara waktu apa saja yang tidak bisa dilihat dengan terang oleh akal budisebagai yang pasti dan benar dan tidak diragukan lagi, ini disebut dengan keraguan Metoris. Atas dasar itu Descrrates  beranggapan bahwa hamya akal budilah yang dapat membuktikan ada dasar bagi pengetahuan manusia, ada dasar untuk merasa pasti dan yakinakan apa yang dikertahui.




Pengertian Jasmani                                    5

Jasmani ialah suatu unsur yang berkaitan dengan jasad atau tubuh badan atau disebut adalah kesehatan dan juga kecerdasan. Ia juga merangkumi pemanfaatan anggota dan tenaga. Fizikal untuk berdikari dan hidup bermasyrakat.

Pengertian Rohani
Rohani adalah suatu unsur yang berkaitan dengan ruh atau nyawa yang ada didalam tubuh (jasmani).

Hubungan Jasmani dengan Rohani
Hubungan antara jasmani dan rohani adalah hubungan yang saling mengisi satu sama lain, istilahnya saling berkaitan. Secara tidak langsung tuhan menciptakan seluruh yang ada dipermukaan bumi beserta isinya secara pasang-pasangan , begitu juga antara jasmani dan rohani.

Perbedaan Jasmani dengan Rohani
Manusia mempunyai kodrat terdiri dari jasmani dan rohani. Di dalam rohani ada roh suci (fitrah) kita. Sedangkan jasmani kita ada dua, yaitu jasmani dalam terdiri dari nafsu, rasa, akal, dan pikir; serta jasmani luar yang terdiri dari mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya. Hati (qalb) merupakan jembatan antara jasmani dan rohani manusia.
Manusia jika dilihat dari jasmani luar saja sudah berbeda-beda, ada yang tinggi, pendek, kulit hitam, kulit putih, rambut hitam, rambut pirang dan lain sebagainya. Apalagi kalau dilihat dari jasmani dalamnya. Mulai nafsunya ada yang dominan rasa akunya, ada yang dominan rasa minta pujinya, ada yang dominan rasa sucinya. Begitu pula akal dan pikirnya.
Manusia yang mempunyai kodrat rohani dan jasmani hanya pada saat hidup di dunia. Saat meninggalkan dunia, jasmani kita akan rusak sedangkan yang terus hidup tidak bisa mati adalah rohani kita. Jadi, kalau kita menyadari hal ini maka perbedaan secara jasmani merupakan ujian yang harus kita jawab.
Kita ditakdirkan menjadi orang kaya atau miskin, pintar, kurang pintar, semua merupakan ujian Allah. Manusia yang mampu melahirkan fitrahlah yang dikatakan lulus ujian karena manusia yang di dalam dirinya terkendali oleh fitrahnya, jika dijadikan orang kaya ia akan mampu menjadikan kekayaannya bisa bermanfaat buat dirinya dan orang lain. Begitu pula ketika dijadikan menjadi orang miskin, ia akan selalu ikhlas dan bersyukur sehingga selalu berprasangka baik terhadap Allah. Ketika dijadikan orang pintar, ilmunya dimanfaatkan dengan benar sedangkan dijadikan orang kurang pintar ia terima sebagai takdir yang disyukuri bukan untuk disesali. Karena kita sebagai manusia ciptaanNya tidak mengetahui rencana terhadap diri kita.












Daftar Pustaka


Filsasat psikologi-audifax
Muhamad sabana